Jembatan Sultan Syarif Hasyim Terpanjang di Riau

Jembatan Perawang (Sultan Syarif Hasyim), foto : riaupos.com

Jembatan SSH: Jembatan Sultan Syarif Hasyim (SSH) yang menghubungkan dua desa yakni Desa Tualang dan Desa Maredan di Kabupaten Siak. Keberadaan jembatan ini diharap dapat memperpendek jarak dan waktu tempuh Jalan Lintas Timur Sumatera yang membentang dari Batas Jambi ke Riau hingga Batas Sumut

PANGEAN ONLINE, (RP) Jembatan Sultan Syarif Hasyim (SSH) di Perawang yang diresmikan Kamis (17/2) merupakan salah satu jembatan yang cukup membanggakan di Riau. Tak hanya karena ia merupakan jembatan terpanjang di Tanah Melayu, tapi juga perannya yang cukup vital dalam memangkas jalur transportasi darat. Bahkan, jika ditilik dari sistem konstruksi, SSH adalah  jembatan balance cantilever box girder terpanjang se-Asia Tenggara dengan bentang panjang box girder-nya mencapai 382 meter.

Semua itu tak lepas dari pengembangan wilayah Kabupaten Siak di Provinsi Riau yang kini tengah memerlukan dukungan sistem transportasi yang mapan, khususnya transportasi darat. Kondisi geografis Riau yang banyak terdapat sungai menyebabkan pengembangan sistem transportasi darat jadi terhambat. Akibatnya sistem pergerakan pun terbatas pada pilihan transportasi sungai sehingga pembangunan jalan dan jembatan merupakan persyaratan mutlak.

Seperti yang dilansir Riaupos.com (13/03/11) Menurut Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan Jembatan SSH, Abdul Aziz ST MT, proyek pembangunan jembatan SSH termasuk dalam rencana Tata Ruang Nasional yang berada dalam koridor Kawasan Andalan Minas. Yang merupakan bagian dalam sistem jaringan jalan provinsi yang dapat memperpendek jarak dan waktu tempuh Jalan Lintas Timur Sumatera yang membentang dari Batas Jambi-Pematang Reba-Pangkalankerinci-Simpang Lago-Perawang-Minas-Duri-Dumai-Baganbatu-Batas Sumut dan memiliki panjang kurang lebih 652,14 Km. ‘’Ruas jalan tersebut merupakan suatu sistem jaringan darat pesisir  Sumatera yang ada dalam rencana Tata Ruang Nasional dalam koridor Kawasan Andalan Minas,’’ ujar pria yang sudah malang melintang dalam dunia pembangunan jembatan di Riau ini.

Menurut Abdul Aziz, sebelum pelaksanaan konstruksi, telah dilakukan studi dalam memantapkan rencana pembangunan jembatan Sultan Syarif Hasyim ini. Yakni pengkajian perkembangan wilayah serta penempatan wilayah, pengaruh pembangunan jembatan SSH terhadap wilayah hinterland-nya, baik yang terkait dengan aspek sosial, serta ekonomi wilayahnya. Kemudian menganalisis besaran pergerakan lalu-lintas yang terbangkitkan akibat dari pembangunan jembatan dengan metodologi pemodelan transportasi konvensional. Juga mengkaji alternatif posisi, letak, serta tipe konstruksi jembatan yang sesuai dari karakteristik jembatan serta potensi daerah terbangkitkan.

Nama Sultan Syarif Hasyim diambil dari nama salah seorang Sultan Siak. Sultan Syarif Hasyim adalah ayah Sultan As-Sayyidi Syarif Kasim Abdul Jalil Syaifuddin II atau Sultan Syarif Kasim II, sultan ke-12 Kesultanan Siak.

Dikatakan anak jati Baserah, Kuantan Singingi ini, jembatan SSH terletak di Kecamatan Tualang Perawang, Kabupaten Siak yang mempunyai luas daerah 79.250 Ha. Daerah ini berbatasan dengan Kecamatan Muara Kelantan di sebelah utara, Kecamatan Kerinci di selatan, Kecamatan Siak Sri Indrapura dan Kecamatan Dayun di timur dan Kecamatan Minas di barat. Jembatan SSH juga menghubungkan dua desa yakni Desa Tualang dan Desa Maredan.

Diungkapkan ayah dua anak ini, kondisi geografis jembatan SSH yang sebelumnya juga akrab disebut Jembatan Perawang ini terdiri dari dataran rendah dan sebagian daerah rawa di mana transportasi awal masih tergantung pada transportasi sungai. Sehingga sangat dipengaruhi oleh keterbatasan pelayanan dan pasang surut air Sungai Siak.

Jembatan Sultan Syarif Hasyim, merupakan konstruksi jembatan balance cantilever box girder yang termasuk jembatan bentang panjang dengan panjang total 1.474 meter dan clearance 23 meter dengan panjang alur pelayaran selebar 100 meter. ’’Saat ini SSH merupakan jembatan balance cantilever box girder (panjang bentang utama) terpanjang se-Asia Tenggara dengan bentang panjang box girder-nya adalah 382 meter,’’ ujar suami Dra Hj Ilhamna ini.

Menurut Abdul Aziz, pembangunan jembatan SSH merupakan proyek bersama Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Riau dan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Siak. Total biaya pembangunan mencapai Rp191.049.691.666,83  yang terdiri dari kontrak multi years 2004-2009 sebesar Rp178.075.780.300,37 dan kontrak tahun 2010 sebesar Rp12.973.911.366,46. Di mana sistem pendanaan merupakan sharing budget antara Pemerintah Provinsi Riau dan Pemerintah Kabupaten Siak dengan besar porsi senilai 70 persen berbanding 30 persen. Sehingga Pemprov Riau mencadangkan Rp132 miliar lebih dan Pemkab Siak Rp58 miliar lebih.

’’Sedangkan masa pelaksanaan memakan 2.189 hari kalender dan masa pemeliharaan 365 hari kalender. Sementara pelaksanaan dilakukan kontraktor nasional BUMN PT PP (Persero) Tbk yang merupakan salah satu program kontrak tahun jamak 2004-2009. Kalau kontrak multi years-nya memang sampai 2009. Yang 2010 kontrak reguler. Namun kalau pelaksanaan mulai 2004 sampai 2010. Karena kontraknya juga dimulai sudah akhir 2004,’’ tutur Abdul Aziz yang juga Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan Jembatan Teluk Mesjid di Kabupaten Siak.

Dikatakannya, struktur utama jembatan dengan lebar deck 12.7 meter ini terdiri dari beberapa tipe konstruksi. Di antaranya beton bertulang (SOP), multi span PCI girder dan balance cantilever box girder.

Dengan adanya Sultan Syarif Hasyim atau akrab dipanggil jembatan perawang ini disambut baik dan sangat membantu warga yang ada di Perawang, Maredan, Dayun dan juga memutuskan ketergantungan warga dengan Roro penyeberangan milik PT BSP dan juga PT Indah Kiat. ‘’Kita sangat terbantu, yang sebelumnya kita harus antri untuk naik Roro sekarang sudah bisa langsung pakai jembatan,’’ kata Azumar (35) tinggal di Kecamatan Dayun.

Hal serupa dikatakan, Dendi yang setiap Sabtu-Ahad kuliah di Pekanbaru. ‘’Adanya jembatan Sultan Syarif Hasyim, kapan saja kita mau menyeberang ke Perawang atau menuju Pekanbaru melalui Perawang tak nunggu waktu dan tak risau dengan tak adanya Roro jika mau berangkat pada malam hari,’’ jelas PNS di Kabupaten Siak ini lagi.***(riaupos.com)

 

sumber: http://riaupos.co.id/news/2011/03/jembatan-sultan-syarif-hasyim-terpanjang-di-tanah-melayu/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s