Terkesan Dibiarkan, Illegal Logging Marak di Desa Manaming, Rohul

PANGEAN ONLINE, Walau peringatan keras dan ancaman hukuman berat sudah dikeluarkan pemerintah pusat terhadap pelaku ilegal logging (Ilog), dan sudah menngangkat beberapa pejabat di Provinsi Riau. Namun tidak juga memberikan efek jera dan takut para pelaku Ilog. Seperti di Desa Menaming, Kecamatan Rambah, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul). Aksi Ilog yang awalnya kecil-kecilan, saat ini sudah mengarah kepada penggudulan hutan lindung di Bukit Barisan.

Selain bebasnya aksi ilegal logging di Kecamatan Bonaidarussalam, dan Jurong Kabupaten Bengkalis, yang hingga kini masih berjalan mulus. Bahkan truk-truk pembawa kayu bebas mengangkut kayu pada siang hari. Kapolda Riau, Brigjen Pol Drs Suedi Husein SH, kepada wartawan juga sudah komitmen akan melibas habis aksi Ilog di Rohul. begitu juga intruksinya kepada Kapolres Rohul. Namun hingga kini, baru beberapa pelaku yang diamankan, itu juga pelaku kecil-kecilan.

Menurut Am, warga Desa Menaming Kecamatan Rambah, aksi ilegal logging sudah berjalan lama, bahkan sudah 4 tahun. Namun sampai sekarang tetap berjalan aman dan mulus, tidak ada tindakan tegas dari aparat hukum setempat.

Aksi Ilog di daerahnya dilakukan sejumlah warga tempatan, awalnya hanya kecil-kecilan dengan menggunakan 4 unit mesin pemotong kayu (sinsaw). Sekarang warga yang membentuk seperti kelompok, sudah memiliki belasan mesin pemotong kayu, sudah mengarah aksi perambahan hutan secara besar-besaran.

“Mereka mengambil kayu dari bukit barisan, hampir setiap harinya. Bahkan saat ini bukit sudah terlihat gundul. Kita takutkan, tidak ada resapan lagi, terjadi banjir badang atau longsor. Apalagi setiap musim penghujan, kampung kami selalu menjadi langganan banjir,” ungkap Am, seperti yaang dilansir riauterkini.com, Selasa (19/10/10).

Kata Am, kayu yang sudah diolah menjadi bahan oleh para pelaku di dalam hutan. Selanjutnya dikeluarkan pada malam hari dengan menggunakan becak motor (becak barang). Namun Am tidak tahu kemana kayu itu dibawa dan jual para pelaku. Dia menduga ada penampungnya di Kota Pasirpangaraian.

“Kita takut melaporkan perihal ini ke aparat. Karena seperti daerah lain, aparat bekerjasama melakukan aksi Ilog. Jika ketahuan, bisa menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan. Apalagi keluarga kita tinggal disini, saya hanya menjaga keselamatan keluarga,” terang Am.

Jelas dia lagi, beberapa petugas terkait sering melakukan patroli di daerah Menaming pada siang dan sore hari. Namun tidak mungkin mereka tidak mengetahuinya. Dia menduga aparat sengaja menutup mata soal satu ini. Apalagi suara mesin pemotong kayu masih terdengar jelas dari bendungan Menaming.

“Jika kita lihat dari bendungan Menaming. Hutan lindung yang berada di Bukit Barisan sudah gundul. Kami harapkan ada investigasi pihak terkait, karena warga tidak ada yang berani melaporkan ke pihak aparat, kami masih merasa takut,” harap Am.(riauterkini.com)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s