Pernyataan Kapolda Riau dikecam FKPMR

PANGEAN ONLINE, Pekanbaru – Pernyataan Kepala Polda Riau Brigadir Jenderal Adjie Rustam Ramdja terkait kesulitan pengusutan bentrok berdarah di Desa Cengar, Kuantan Mudik, Kuansing mendapat kecaman keras tokoh masyarakat Riau. Sikap kepolisian justru dinilai sebagai bentuk rendahnya itikad korps baju kuning untuk mengusut insiden yang menewaskan seorang warga perempuan pekan lalu. Kapolda menyatakan, pengusutan kasus rumit lantaran pihaknya tidak menemukan proyektil peluru dalam kejadiaan itu.

“Pernyataan tersebut cenderung miring. Polisi harus mengusutnya hingga tuntas. Ini sangat mengecewakan rakyat,” kata Ketua Harian Forum Komunikasi Pemuka Masyarakat Riau (FKPMR) Al Azhar usai pertemuan dengan tim advokasi “Kuansing Berdarah” di kantor FKPMR, Kamis (17/6) siang.

Menurutnya, alasan kepolisian tersebut tidak masuk akal. Soalnya, masyarakat dan tim advokasi justru menemukan sejumlah peluru aktif dan karet di lokasi bentrok. Ada sebanyak sebelas butir peluru, sembilan di antaranya masih aktif. Selain itu, pihaknya juga menemukan dua buah peluru karet, sebuah baret kepolisian lengkap dengan pkalat nama seorang anggota polisi yang tercecer di lokasi kebun kelapa sawit.
“Faktanya, tim advokasi menemukan peluru aktif. Ini sangat kontras sekali. Kami meminta keseriusan aparat. Jangan bertindak timpang dan terkesan membela sepihak,” katanya.

Al Azhar juga meminta agar Komisi Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) serta Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) segera turun untuk menyeliki bentrok tersebut.”Supaya ada kepastian hukum dan penghargaan hak asasi manusia yang sudah dilanggar,” katanya.

Pria berjenggot ini juga mengecam tindakan PT Tri Bakti Sarimas yang tidak punya itikad baik untuk penyelesaian kasus tersebut. Karena itu, ia menyerukan boikot kepada mitra dan buyers agar tidak membeli produk minyak kelapa sawit (CPO) TBS tersebut. TBS katanya, telah melakukan pengabaian kewajiban sebagai anggota Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO).

FKPMR juga meminta pemerintah segera menetapkan status quo terhadap keberadaan kebun dan operasi TBS. “Kami minta pemerintah menetapkan status quo kawasan bermasalah itu. Hentikan operasi sampai masalah ini selesai,” kata Al Azhar (tb)

Sumber dan berita terkait : http://www.tribunpekanbaru.com/read/artikel/21681/fkpmr-kecam-pernyataan-kapolda-riau

Iklan
By admin Posted in News

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s