Pengguna Sepeda Motor..Subsidi bensinmu dicabut ya..!!

PANGEAN ONLINE – Lagi-lagi isu kontroversi yang dihembuskan BPH Migas. Rakyat kecil kembali digencet. Anda pemilik sepeda motor agar bersiap-siap untuk merongoh kocek lebih dalam untuk membeli bensin sepeda motor kesayangan anda, sebab Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menyatakan opsi pelarangan BBM bersubsidi bagi sepeda motor. Maka bagi mereka pemilik mobil dan mobil mewah selamat menikmati subsidi BBM pemerintah.
Alasannya sih disebabkan oleh jumlah sepeda motor yang tidak terkendali sehingga penggunaan BBM bersubsidi terus melonjak.

Seperti yang dilansir situs Riaupos.com (28/05/2010) Kepala BPH Migas, Tubagus Haryono menjelaskan opsi pelarangan penggunaan premium bagi kendaraan roda dua itu merupakan opsi yang paling akhir muncul dalam rapat pembahasan pembatasan konsumsi BBM bersubsidi beberapa waktu lalu. (mungkin yang hadir di rapat itu tak ada yang pakai sepeda motor kali ya…)

Rapat itu dihadiri perwakilan BPH Migas, Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM, Kementerian Perhubungan, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) serta Ditlantas Polri.

“Opsi itu muncul paling akhir dalam rapat, sehingga masih belum dibicarakan lebih lanjut. Itu kan masih wacana,” ungkap Tubagus DI Jakarta, Kamis (27/5).

Tubagus menjelaskan, opsi itu muncul karena jumlah kendaraan bermotor di tanah air yang terus meningkat sehingga berdampak pada peningkatan jumlah konsumsi BBM bersubsidi.

Saat ini rata-rata konsumsi premium setiap kendaraan sekitar 2 liter per hari. Dengan jumlah sepeda motor sebanyak 35 juta unit maka dalam sehari konsumsi BBM bersubdisi bisa mencapai 70 juta liter. “Memang pertumbuhan jumlah sepeda motor itu cukup tinggi yaitu sekitar 5-6 persen per tahun,” katanya.

Selain opsi itu, Tubagus menyatakan ada sejumlah opsi lainnya yang muncul dalam rapat tersebut. Opsi lainnya yaitu hanya kendaraan pelat kuning atau kendaraan umum yang boleh menggunakan BBM bersubsidi serta melarang mobil pribadi yang diproduksi di atas tahun 2007 untuk menggunakan premium.

“Ada juga opsi lainnya. Tapi semuanya masih dibahas dan belum diputuskan secara final,” ungkapnya.

Tubagus menambahkan, pembatasan penggunaan BBM bersubsidi di tanah air memang harus dilakukan karena jika tidak dibatasi maka konsumsi BBM bersubsidi akan membengkak menjadi 40,1 juta kiloliter. Sementara kuota yang sudah ditetapkan dalam APBN-P 2010 yaitu 36,5 juta kiloliter.

Berdasarkan data BPH Migas, konsumsi premium pada tahun ini akan meningkat sekitar 9,34 persen menjadi 23,3 juta KL dari realisasi penyaluran BBM pada 2009 sebesar 21.218.838 KL. Sedangkan konsumsi solar akan naik sebesar 8,22 persen dari 12.104.723 KL pada 2009 menjadi 13,1 juta KL pada 2010.

Sementara untuk konsumsi minyak tanah akan turun 17,28 persen dari realisasi konsumsi minyak tanah pada 2009 sebesar 4.593.579 KL menjadi 3,8 juta pada 2010.

“Selama ini kan pengelolaan BBM bersubsidi hanya dari supply side. Pembatasannya dilakukan melalui kuota dalam APBN, sementara demand atau konsumsinya dibiarkan bebas. Makanya kalau kita tidak batasi konsumsinya, bisa-bisa konsumsi naik jadi 40,1 juta KL,” paparnya.(sumber: jpnn)

sumber dan berita terkait :
http://www.riaupos.com/new/berita.php?act=full&id=513&kat=1

By admin Posted in News

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s