PT Cevron Larang Rombongan Komisi D DPRD Riau Melintas

PANGEAN ONLINE, Ketua Komisi D H. Syarif Hidayat, SH mempertanyakan dasar hukum penerapan aturan pembatasan melintas di kawasan Chevron. Dia juga mempertanyakan kemungkinan penerapan standar ganda di jalan Chevron. Karena sebelumnya, Pansus kesehatan juga pernah melintasi jalan tersebut saat kunjungan di RSUD Dumai. “Saat itu tak ada masalah. Saya cukup mengontak Pak Rasyid, dan rombongan bisa melintas. Nah, kok justru melalui surat resmi izin, Komisi D tidak bisa melintas?” tanya Syarif.

Hal ini disampaikan saat hearing anggota Komisi D dengan PT. Cevron Pasific Indonesia, Kamis (5/5) di gedung DPRD Riau. Pihak Chevron turuti pointer kesepakatan yang ditawarkan oleh Komisi D DPRD Riau, terkait insiden pelarangan rombongan anggota Dewan memasuki jalan Chevron Duri-Dumai yang terjadi beberapa waktu lalu.

pertama meminta Chevron untuk memberikan keleluasaan bagi seluruh anggota dewan melintasi jalan Chevron dengan memberikan Pas masuk. Kedua, Chevron diminta menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut melalu tiga media surat kabar terbitan Pekanbaru.

Ketiga, meminta Chevron mengevaluasi aturan lalu lintas di jalan areal mereka. Dan keempat, meminta Chevron menegur atau memberi tindakan tegas terhadap perusahaan outsourching security beserta oknum security, yang telah bersikap tidak sopan terhadap rombongan.

Komisi D juga mengharapkan pointer pertama, bisa berlaku juga bagi masyarakat. “Keleluasaan itu juga kita harapkan bisa diberikan kepada masyarakat, karena tujuan utama kita dari hearing ini adalah untuk masyarakat,” ujar Ketua Komisi D Syarif.

Namun, harapan komisi tidak bisa disepakati oleh Chevron. Vice Precident Wilayah Sumatera Chevron Nur Bambang mengaku untuk hal itu pihaknya belum bisa memberi jawaban karena harus terlebih dahulu dibicarakan di tingkat atas.

Sebelumnya hearing yang membahas insiden pelarangan masuk rombongan Komisi D di jalan Chevron Duri-Dumai sedikit tegang. Pasalnya, saat itu rata-rata anggota Komisi D meluapkan rasa kesal dan kecewa mendalam atas insiden tersebut. Mereka merasa diperlakukan tidak pantas, terutama oleh petugas security melontarkan kata-kata yang menusuk perasaaan.

Anggota Komisi D, Mukhniarti secara tegas menyatakan kekecewaannya yang mendalam, tidak saja karena mereka dilarang memasuki jalan, tetapi juga karena perlakuan anggota security terhadap rombongan. “Kami ini bukan perampok. Kalaulah ada hal yang dikhawatirkan oleh pihak manejemen, bukankan manejemen bisa mengambil sikap bijak dengan mengawal kami hingga pintu keluar. Bukan justeru menanggapi dengan sikap arogan,” katanya.

Atas perlakuan itu, AB Purba menilai Chevron bisa dipidanakan lantaran menghambat tugas anggota dewan yang dilindungi UU. “Dalam UU jelas disebut, bagi siapa saja yang menghambat tugas dewan bisa dipidanakan,” tekan AB yang saat itu bersikukuh, agar kejadian tersebut dibawa ke jalur hukum.

T Muhazza secara blak-blakan juga tersinggung atas sikap petugas security Afrizal. Dia meminta yang bersangkutan ditindak tegas. Sedangkan Supriati mengharapkan petugas security lapangan diberi pembekalan bagaimana bersopan santun.

Sedangkan Adrian Ali, menegaskan mengenai pernyataan seorang humas di media, yang menyebut itu salah komunikasi saja. “Pernyataan ini menggores luka yang mendalam. Karena komentar ini bisa menimbulkan interprestasi berbeda bagi masyarakat. Justeru, masyarakat menilai anggota dewan yang mengada-ada,” tandasnya.

Atas cercaran pertanyaan itu, pihak Chevron menunjukan sikap tidak mau berkonfrontasi. Vice Presiden Nur Bambang secara terbuka menyatakan permohonan maaf.

Dari hasil review, ada koordinasi yang putus. Mengenai sikap sopan santun, Nur berjanji akan menjadikannya PR. Terkait rujuakan SOP security mengacu ke kepolisian. Sedangkan terhadap dasar hukum pengetatan melintas kawasan, itu ada diatur dalam Kepres.

Sesi pembahasan insiden pelarangan ditutup dengan pengajuan 4 pointer dari Komis D ke pihak Chevron, dan disanggupi oleh pihak Chevron. Selain membahas insiden pelarangan, rapat juga memdiskusikani program CSR dan ketenagakerjaan.

Sumber berita : http://www.riauterkini.com/sosial.php?arr=29398

By admin Posted in News

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s