Unilever dan Nestle Boikot CPO Indonesia, 15 Juta Ton CPO Terancam Tak Laku

PANGEAN ONLINE, Dampak dari aktifitas LSM Internasional (Greenpeace) di Provinsi Riau membuat perusahaan Unilever dan Nestle memboikot CPO asal Indonesia, dampaknya adalah sekitar 15 juta ton CPO Indonesia terancam tak terjual.

Menurut ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Riau, Wisnu Oriza Suharto, mereka menghawatirkan kelangsungan usaha di bidang perkebunan kelapa sawit, karena adanya isu lingkungan akibat pembukaan lahan perkebunan sawit.

Maka dua perusahaan pembeli CPO terbesar yakni Unilever dan Nestle melakukan pembiokotan. Jika kondisi ini tidak membaik maka sektor perkebunan kelapa sawit terancam.

Menurut Wisnu, saat ini Indonesia mampu memproduksi 20 juta ton per tahun, 15 juta ton di ekspor dan sisanya 5 juta ton untuk konsumsi dalam negeri.

Turunnya harga CPO dan pemboikotan oleh pembeli terbesar tak urung akan bedampak terhadap petani, dimana harga TBS akan anjlok dan para petani akan mengalami kerugian yang tidak sedikit.

Menyinggung masalah isu lingkungan yang dihembuskan oleh aktivis lingkungan, tentu muncul pertanyaan dan rasa penasaran kita, apa benar hal tersebut terjadi, jika benar maka sudah sepatunyalah para pelaku perkebunan kelapa sawit untuk instropeksi dan melakukan perbaikan sebagaimana mestinya. (Pangean Online)

Sumber dan berita terkait : Riauterkini.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s