Banjir Semakin Meluas, Bantuan Pemkab Inhu Belum Ada

PANGEAN ONLINE, RENGAT. Banjir yang melanda sejumlah Kecamatan di Kabupaten Inhu semakin meluas hingga merendam sejumlah badan jalan.
Kawasan yang terparah hingga saat ini adalah kecamatan yang desanya terletak di Daerah Aliran Sungai (DAS) seperti Kecamatan Pasir Penyu dan Sungai Lala Kelayang dan Rengat Barat.
Banjir yang terjadi di Inhu adalah kiriman dari daerah hulu yang mempunyai curah hujan tinggi. Sedangkan untuk wilayah Kabupaten Inhu sendiri curah hujan tinggi semenjak dua pekan terakhir. Akibat curah hujan yang tinggi, sejumlah desa di daerah DAS terendam banjir. Akibat banjir tersebut ratusan hektare persawahan dan tanaman sayuran gagal panen.

Ketinggian air yang merendam rumah warga beragam. Mulai dari setengah meter hingga satu meter. Kondisi banjir juga melanda warga Desa Lembah Dusun Gading, Kecamatan Pasir Penyu.

Desa Lembah Dusun Gading sudah sepuluh hari surut dari banjir awal bulan lalu, namun saat ini sudah terendam banjir lagi. Meski banjir saat ini lebih tinggi, namun warga memilih untuk tidak mengungsi.

Dari tiga kecamatan yang terendam air, Kecamatan Rengat Barat menjadi kecamatan yang desanya paling banyak diterjang banjir. Saat ini sedikitnya dua desa telah terendam air. Warga di Kecamatan Rengat Barat saat ini sibuk meninggikan tanggul agar air tidak masuk ke rumah mereka. Sementara itu, banjir juga merendam Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Rengat Barat. Untungnya, siswa memang sudah menerima rapor dan sedang diliburkan.

Sumini (34), warga Desa Redang, Kecamatan Rengat Barat mengaku hingga kini belum dapat bantuan apapun dari pemerintah. Ia sendiri tidak mengungsi karena rumahnya masih dianggap layak untuk ditinggali.

Sementara itu, Mardi (32), salah satu Warga Desa, Lembah Dusun Gading Kecamatan Pasir Penyu yang juga dilandah banjir itu ketika ditemui Riau Pos Senin (28/12) di Air Molek mengatakan, saat ini separuh rumahnya sudah tenggelam akibat banjir, di daerahnya banyak masyarakat yang melakukan penanaman padi dan sejenisnya di areal persawahan gagal panen akibat banjir.

‘’Kita minta Pemerintah Kabupaten Inhu melakukan cek langsung ke lapangan, dimana banjir kali ini diperkirakan akan naik terus dalam dua pekan terakhir. Saat ini hewan ternak masyarakat sudah dibuatkan kandang di tengah jalan, saat ini juga sejumlah badan jalan juga banyak yang terendam,’’ ungkap Mardi.

Di tempat terpisah, Kepala Desa Pontian Mekar, Kecamatan Lubuk Batu Jaya Misnadi juga mengeluhkan banjir yang melanda desanya, namun demikan banjir di desanya bukanlah luapan dari sungai namun air akibat curah hujan karena desanya tidak berada di pinggiran sungai. ‘’Lahan di atas bukit sudah gundul akibat ditebangi oleh pihak perusahaan yang bergerak dibidang perkebunan dengan demikian air di atas tidak tertampung akibat lahan gundul,’’ kata Misnadi.

Sementara itu terkait permasalahan banjir yang melanda beberapa kawasan di Kabupaten Inhu hingga saat ini Kecamatan Pasir Penyu juga belum mendapat bantuan dari pemerintah. Salah satu tokoh masyarakat setempat H Seno Harto SP juga mengharapkan agar Pemkab Inhu bisa mendata korban banjir di Inhu.

‘’Kita berharap masyarakat yang terkena korban banjir seperti gagal panen dan ada hewan ternak yang mati bisa diberi bantuan oleh pemerintah, selain itu warga yang rumahnya di daerah pinggiran sungai yang tergantung dengan hasil sungai seperti penambang batu dan pasir saat ini tidak bisa bekerja,’’ ungkap Seno.

Lebih jauh disampaikannya, kalau saja pemerintah tidak tanggap mengatasi korban banjir di Inhu nantinya bisa menimbulkan korban jiwa akibat tidak makan, hal ini disebabkan masyarakat di Daerah DAS tidak bisa bekerja seperti biasanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Inhu Zulfahmi mengatakan bahwa pihaknya sudah menerima bantuan dari Dinas Sosial Provinsi untuk korban banjir.

Bantuan yang disalurkan pihak Dinas Sosial Provinsi di antaranya tiga ton beras, mie instan sebanyak 100 dus, minyak goreng 300 botol, makanan ringan, famili kid 50 paket, kid ware 50 paket, selimut 200 helai, tikar 100 lembar, seragam SD 400 stel, daster 100 helai, kain sarung 100 lembar, dan baju kaos kerah sebanyak 100 helai.

‘’Bantuan tersebut langsung akan disalurkan ke daerah yang memang paling memerlukan dan kita akan lihat daerah tersebut mana yang akan menjadi prioritas utama untuk penyaluran bantuan. Tentunya kita lihat mana daerah yang memang sudah layak diberikan bantuan,’’ ucap Zulfahmi.

Selain itu, Kepala Dinas Kesehatan Inhu Helmi A Manaf SSos juga sudah mengintruksikan kepada semua Puskesmas yang daerahnya dilanda banjir untuk siaga dan melakukan langkah antisipasi guna pencegahan dan penanggulangan penyakit akibat banjir termasuk memberikan penyuluhan kesehatan.

Dikatakan Kadikes, tenaga kesehatan dan obat-obatan sudah disiapkan kalau diperlukan, juga akan dibentuk posko kesehatan di desa lokasi banjir. Selanjutnya kepada masyarakat yang mengalami sakit akibat banjir, Kadiskes menganjurkan segeralah berobat ke puskesmas terdekat, akan dilayani secara gratis.(nto)riaupos.com

Iklan
By admin Posted in News

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s