Ternyata 70 Juta Penduduk Indonesia Masih BAB Sembarangan

PANGEAN ONLINE, Jakarta — Masalah sanitasi di Indonesia ternyata masih cukup memprihatinkan. Hasil riset kesehatan dasar (riskesdas) 2007 menunjukkan, meski 71 persen penduduk Indonesia usia 10 tahun ke atas sudah berperilaku benar buang air besar (BAB), 29 persen atau sekitar 70 juta penduduk Indonesia belum berperilaku benar BAB.

Hasil riset riskesdas juga menunjukkan, baru 46,3 persen rumah tangga yang mempunyai tangki septik sebagai tempat penampungan tinja dan 23 persen penduduk di atas 10 tahun yang berperilaku benar cuci tangan pakai sabun.

Selain itu, 91,3 persen masyarakat Indonesia merebus air sebelum diminum, tetapi 21 persen tidak dikelola dengan pewadahan yang baik/tertutup. Ada 73,4 persen rumah tangga yang tidak mempunyai tempat penampungan sampah di dalam rumah, baru 25,2 persen rumah tangga yang memiliki saluran air limbah tertutup.

Guna mengatasi problem tersebut, Departemen Kesehatan telah mengembangkan strategi baru dalam upaya preventif dan promotif. Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (Ditjen PP & PL) dr Tjandra Yoga Aditama, dalam keterangan pers, Minggu (6/12), menyatakan, Depkes menggagas Kegiatan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).

“STBM telah diadopsi dan diimplementasikan oleh 228 kabupaten/kota dan sejumlah daerah telah menyusun perencanaan strategis pencapaian sanitasi total dalam pembangunan sanitasinya,” ungkap Tjandra.

Dalam upaya penyehatan lingkungan, kegiatan STBM sebagai kegiatan prioritas nasional dengan sasaran 20.000 desa sebagai target dalam tahun 2010-2014 dan merupakan kesatuan Program Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP) untuk mencapai target penduduk Indonesia stop buang air besar sembarangan tahun 2014.

Dalam rangka PPSP, Departemen Kesehatan akan menguatkan upaya-upaya preventif dan promotif sebagai fokus lima tahun ke depan, yakni implementasi, advokasi dan kampanye peningkatan penyehatan lingkungan, perubahan perilaku higienis melalui akselerasi lima pilar STBM, serta memastikan STBM diadopsi dan diimplementasikan oleh semua kabupaten/kota dengan merujuk pada rencana pembangunan sanitasi permukiman.

sumber: kesehatan.kompas.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s