Solo, Titik Terakhir Aksi Noordin M Top

PANGERAN ONLINE, Jakarta – Bila benar sesuai pengumuman resmi polisi Noordin M Top tewas, maka Kota Solo, Jawa Tengah menjadi titik terakhir pelarian Noordin. Setelah 9 tahun buron berpindah-pindah tempat, Noordin harus berakhir di Solo. Mengapa Noordin memilih Solo menjadi tempat pelarian?

Solo selama ini kerap disebut-sebut sebagai basis pelaku teror. Biasanya dalam pelariannya selama ini, Noordin tidak pernah singgah ke tempat yang dicurigai dan diinteli polisi. Dia pun tidak pernah tinggal bersama seorang buronan.

“Mungkin saja dia sudah terjepit. Sudah tidak ada pelindungnya lagi,” terang seorang aktivis Jamaah Islamiyah (JI) yang enggan disebutkan namanya saat ditemui di Jakarta, Kamis (17/9/2009).

Solo dipilih sebagai lokasi karena di tempat ini dikenal nyaman. “Juga aman, banyak yang melindungi,” terangnya.

Noordin ditengarai tidak hanya sehari dua hari berada di Kepohsari. Dia sudah ada beberapa lama di situ. Saat digerebek Densus 88 sejak Rabu 16 September malam, sejumlah perlawanan pun dilakukan 5 orang yang berada di dalam rumah itu. Tidak heran bila ditemukan senapan laras panjang, pistol, dan bahan peledak. Seorang pria yang diduga kuat Noordin juga memakai rompi yang diledakkan.

“Mereka di rumah itu berdiskusi dan mengajar di sebuah pesantren. Ya mungkin saja mereka hendak merencanakan penyerangan lagi,” terang sumber itu.

Selama ini berkali-kali Noordin selalu lolos dari pengepungan, mulai kurun waktu 2000-2009. Mulai dari Batu, Malang, Bogor, Bandung, Cilacap, Temanggung, dan kemudian titik terakhir di Solo.

“Dia pintar, tetapi dia kali ini mungkin ceroboh,” ujar mantan petinggi JI Nasir Abbas saat dihubungi melalui telepon.

Sementara itu, mengenai lokasi Kota Solo yang kerap menjadi basis kelompok pelaku teror disanggah Pimpinan Jamaah Ansharu-Tauhid (JAT) Abdul Rochim, yang juga putra Abu Bakar Baasyir, pendiri pondok pesantren Ngruki yang selalu dikait-kaitkan dengan pelaku teror.

“Kalau Solo jadi basis buktinya apa? Itu hanya oknum yang menstigmakan orang tertentu dengan terorisme. Semua itu kalau bicara fakta, mereka tidak punya. Kalau menuduh suatu pihak dengan terorisme jangan bicara tanpa bukti. Penanganan teroris itu amburadul sampai mencurigai orang berjenggot,” tutup pria yang akrab disapa Iim ini. (ndr/iy)
sumber>detik.com 17092009.1708pm

By admin Posted in News

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s