Jangan Buka Puasa dengan Gorengan

Setelah berpuasa seharian, saat berbuka pun menjadi waktu yang sangat dinanti. Menu camilan gorengan biasanya menjadi hidangan yang dipilih setelah menyantap yang manis-manis. Tapi sebaiknya jangan buka puasa dengan gorengan. Mengapa?

Selain karena gorengan adalah makanan yang tidak sehat untuk tubuh, gorengan membawa efek yang tidak baik untuk saluran tenggorokan dan juga saluran pencernaan, terutama mereka yang seharian mengosongkan perutnya.

Makanan yang tinggi lemak akan membuat seseorang rentan terserang batuk dan memperlambat pengosongan lambung. Lemak akan merangsang tenggorokan dan membuatnya gatal sehingga mudah terserang batuk.

Selain itu, dengan adanya lemak, lambung akan cepat terisi tapi lebih lambat dicerna, alhasil seseorang akan merasa sudah kenyang dan tidak akan cepat lapar padahal baru makan dalam porsi sedikit.

Hal ini sebenarnya tidak baik untuk orang yang baru berbuka puasa. Karena setelah 14 jam lambung kosong, tubuh butuh nutrisi yang cukup, tapi dengan adanya lemak tubuh akan merasa sudah kenyang dan akhirnya penyerapan nutrisi pun terhambat karena hanya sedikit nutrisi lainnya yang masuk dalam tubuh.

Selain gorengan, pola berbuka puasa pun sebaiknya diperhatikan karena banyak masyarakat yang masih salah praktik. Mereka yang sudah berbuka dengan yang manis, langsung menyantap makanan besar karena saking laparnya.

Padahal menurut ahli gizi klinik, dr Fiastuti Witjaksono, M.S SpGK sebaiknya perut perlu persiapan untuk bisa menerima makanan dalam keadaan tenang dan tidak terburu-buru.

“Bagusnya makan besar setelah salat Magrib dulu, karena itu akan membantu mempersiapkan saluran pencernaan menghadapi makanan dalam jumlah besar setelah 14 jam kosong,” ujar Fiastuti ketika dihubungi detikRamadan, Senin (24/8/2009).

Selain karena memicu perasaan yang tidak nyaman di perut, langsung menyantap makan besar setelah waktu berbuka juga tidak baik untuk penderita maag karena lambungnya akan mengalami shock.

Prinsip berbuka menurut Fiastuti, hendaknya berbuka dengan yang manis untuk mengganti glukosa darah, makanlah sesuai porsi tubuh dan juga harus lengkap gizinya tanpa ada yang dikurangi atau dilebihkan.

“Prinsipnya kan hanya menggeser waktu makan saja, jadi tidak ada yang berubah, yang penting seimbang,” ujar dokter yang memiliki menu favorit berbuka puasa dengan setup buah itu. Selamat berbuka puasa.

Nurul Ulfah – detikRamadan

Iklan

3 comments on “Jangan Buka Puasa dengan Gorengan

  1. Tips berbukanya bagus, setelah dengar adzan maghrib.. makan yang manis2, misalnya teh manis, kurma, atau lainnya yang tidak bersantan..
    Kemudian melakanakan sholat Maghrib berjamaah, supaya enzim2 di lambung durangsang oleh yang maniz tersebut..
    Baru makan berat…
    Eh ada yang lupa.. kalo makan kolak bersantan atau es cendol berantan sebaiknya setelah sholah maghrig.. biar perutnya nggak sakit (shock kena lemak).
    Dan satu lagi, Gorengan .. boleh juga tuch, asal setelah makan berat.. yach..

  2. Ah…, aku biasanya berbuka setelah minum-minum yang segar (alhamdulillah manis :-D) lalu dibantai dengan makanan pembuka. Tapi aku sukanya gorengan dan itu pun nggak sering-sering amat.

    Ya…, lebih baik daripada nggak puasa (tidak menjalan ibadah, bukan karena ada halangan seperti datang bulan, sakit, atau halangan lainnya 🙂 ) dan memakan makanan haram , hehehe B-)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s