Peluang agribisnis dari buah durian

PANGEAN ONLINE, Musim durian telah tiba, bagi yang doyan akan buah durian musim ini adalah ajang ”pesta pora” untuk menikmati durian, dikampung-kampung tradisi ”menggalang durian” pun menjadi moment yang tak terlupakan. Serunya menunggu buah durian yang jatuh dari pohon, menunggunya pun dibuatkan panggung yang sederhana yang tidak jauh dari pohon durian, puluhan buah durian pun bisa terkumpul dalam satu malam, tapi sebenarnya apa dan bagaimana serta asal muasal buah durian itu sendiri?

1. SEJARAH SINGKAT

Durian merupakan tanaman buah berupa pohon. Sebutan durian diduga berasal

dari istilah Melayu yaitu dari kata duri yang diberi akhiran -an sehingga menjadi

durian. Kata ini terutama dipergunakan untuk menyebut buah yang kulitnya berduri

tajam.

Tanaman durian berasal dari hutan Malaysia, Sumatra, dan Kalimantan yang berupa

tanaman liar. Penyebaran durian ke arah Barat adalah ke Thailand, Birma, India dan

Pakistan. Buah durian sudah dikenal di Asia Tenggara sejak abad 7 M. Nama lain

durian adalah duren (Jawa, Gayo), duriang (Manado), dulian (Toraja), rulen (Seram

Timur).

2. JENIS TANAMAN

Tanaman durian termasuk famili Bombaceae sebangsa pohon kapuk-kapukan. Yang

lazim disebut durian adalah tumbuhan dari marga (genus) Durio, Nesia, Lahia,

Boschia dan Coelostegia.

Ada puluhan durian yang diakui keunggulannya oleh Menteri Pertanian dan

disebarluaskan kepada masyarakat untuk dikembangkan. Macam varietas durian

tersebut adalah: durian sukun (Jawa Tengah), petruk (Jawa Tengah), sitokong

(Betawi), simas (Bogor), sunan (Jepara), otong (Thailand), kani (Thailand), sidodol

(Kalimantan Selatan), sijapang (Betawi) dan sihijau (Kalimantan Selatan).

 

3. MANFAAT TANAMAN

Manfaat durian selain sebagai makanan buah segar dan olahan lainnya, terdapat

manfaat dari bagian lainnya, yaitu:

1) Tanamannya sebagai pencegah erosi di lahan-lahan yang miring.

2) Batangnya untuk bahan bangunan/perkakas rumah tangga. Kayu durian setaraf

dengan kayu sengon sebab kayunya cenderung lurus.

3) Bijinya yang memiliki kandungan pati cukup tinggi, berpotensi sebagai alternatif

pengganti makanan (dapat dibuat bubur yang dicampur daging buahnya).

4) Kulit dipakai sebagai bahan abu gosok yang bagus, dengan. cara dijemur sampai

kering dan dibakar sampai hancur.

 

4. SENTRA PENANAMAN

Di Indonesia, tanaman durian terdapat di seluruh pelosok Jawa dan Sumatra.

Sedangkan di Kalimantan dan Irian Jaya umumnya hanya terdapat di hutan, di

sepanjang aliran sungai. Di dunia, tanaman durian tersebar ke seluruh Asia

Tenggara, dari Sri Langka, India Selatan hingga New Guenea. Khusus di Asia

Tenggara, durian diusahakan dalam bentuk perkebunan yang dipelihara intensif oleh

negara Thailand.

Jumlah produksi durian di Filipina adalah 16.700 ton (2.030 ha), di Malaysia 262.000

ton (42.000 ha) dan di Thailand 444.500 ton (84.700 ha) pada tahun 1987-1988. Di

Indonesia pada tahun yang sama menghasilkan 199.361 ton (41.284 ha) dan pada

tahun 1990 menghasilkan 275.717 ton (45.372 ha).

 

 

 

5. SYARAT TUMBUH

5.1. Iklim

1) Curah hujan untuk tanaman durian maksimum 3000-3500 mm/tahun dan minimal

1500-3000 mm/tahun. Curah hujan merata sepanjang tahun, dengan kemarau 1-2

bulan sebelum berbunga lebih baik daripada hujan terus menerus.

2) Intensitas cahaya matahari yang dibutuhkan durian adalah 60-80%. Sewaktu

masih kecil (baru ditanam di kebun), tanaman durian tidak tahan terik sinar

matahari di musim kemarau, sehingga bibit harus dilindungi/dinaungi.

3) Tanaman durian cocok pada suhu rata-rata 20-30 derajat C. Pada suhu 15oC

durian dapat tumbuh tetapi pertumbuhan tidak optimal. Bila suhu mencapai 35

derajat C daun akan terbakar.

 

5.2. Media Tanam

1) Tanaman durian menghendaki tanah yang subur (tanah yang kaya bahan

organik). Partikel penyusunan tanah seimbang antara pasir liat dan debu sehingga

mudah membentuk remah.

2) Tanah yang cocok untuk durian adalah jenis tanah grumosol dan ondosol. Tanah

yang memiliki ciri-ciri warna hitam keabu-abuan kelam, struktur tanah lapisan atas

bebutir-butir, sedangkan bagian bawah bergumpal, dan kemampuan mengikat air

tinggi.

3) Derajat keasaman tanah yang dikehendaki tanaman durian adalah (pH) 5-7,

dengan pH optimum 6-6,5.

4) Tanaman durian termasuk tanaman tahunan dengan perakaran dalam, maka

membutuhkan kandungan air tanah dengan kedalam cukup, (50-150 cm) dan

(150-200 cm). Jika kedalaman air tanah terlalu dangkal/ dalam, rasa buah tidak

manis/tanaman akan kekeringan/akarnya busuk akibat selalu tergenang.

5.3. Ketinggian Tempat

Ketinggian tempat untuk bertanam durian tidak boleh lebih dari 800 m dpl. Tetapi ada

juga tanaman durian yang cocok ditanam diberbagai ketinggian. Tanah yang

berbukit/yang kemiringannya kurang dari 15 kurang praktis daripada lahan yang

datar rata.

6. PEDOMAN BUDIDAYA

6.1. Pembibitan

1) Persyaratan Benih

Biji untuk bibit dipilih dari biji yang memenuhi persyaratan:

a) Asli dari induknya.

b) Segar dan sudah tua.

c) Tidak kisut.

d) Tidak terserang hama dan penyakit.

2) Penyiapan Benih dan Bibit

Pernanyakatan tanaman durian dapat dilakukan melalui cara generatif (dengan

biji) atau vegetatif (okulasi, penyusuan atau cxangkokan).

a) Pengadaan benih dengan cara generatif

Memilih biji-biji yang tulen/murni dilakukan dengan mencuci biji-biji dahulu agar

daging buah yang menempel terlepas. Biji yang dipilih dikeringkan pada tempat

terbuka, tidak terkena sinar matahari langsung. Penyimpanan diusahakan agar

tidak berkecambah/rusak dan merosot daya tumbuhnya. Proses pemasakan biji

dilakukan dengan baik (dengan cara diistirahatkan beberapa saat), dalam kurun

waktu 2-3 minggu sesudah diambil dari buahnya. Setelah itu biji ditanam.

b) Pengadaan bibit dengan cara okulasi

Persyaratan biji durian yang akan diokulasi berasal dari biji yang sehat dan tua,

dari tanaman induk yang sehat dan subur, sistem perakaran bagus dan

produktif. Biji yang ditumbuhkan, dipilih yang pertumbuhannya sempurna.

Setelah umur 8-10 bulan, dapat diokulasi, dengan cara:

1. Kulit batang bawah disayat, tepat di atas matanya (ア 1 cm). Dipilih mata

tunas yang berjarak 20 cm dari permukaan tanah.

2. Sayatan dibuat melintang, kulit dikupas ke bawah sepanjang 2-3 cm

sehingga mirip lidah.

3. Kulit yang mirip lidah dipotong menjadi 2/3-nya.

4. Sisipan “mata” yang diambil dari pohon induk untuk batang atas (disayat

dibentuk perisai) diantara kulit. Setelah selesai dilakukan okulasi, 2 minggu

kemudian di periksa apakah perisai mata tunas berwarna hijau atau tidak.

Bila berwarna hijau, berarti okulasi berhasil, jika coklat, berarti okulasi gagal.

c) Penyusuan

1. Model tusuk/susuk

- Tanaman calon batang atas dibelah setengah bagian menuju kearah

pucuk. Panjang belahan antara 1-1,5 cm diukur dari pucuk. Tanaman

calon batang bawah sebaiknya memiliki diameter sama dengan batang

atasnya. Tajuk calon batang bawah dipotong dan dibuang, kemudian

disayat sampai runcing. Bagian yang runcing disisipkan kebelahan calon

batang atas yang telah dipersiapkan. Supaya calon batang bawah tidak

mudah lepas, sambungannya harus diikat kuat-kuat dengan tali rafia.

- Selama masa penyusuan batang yang disatukan tidak boleh bergeser.

Sehingga, tanaman batang bawah harus disangga atau diikat pada

tanaman induk (batang tanaman yang besar) supaya tidak goyah setelah

dilakukan penyambungan. Susuan tersebut harus disiram agar tetap

hidup. Biasanya, setelah 3-6 bulan tanaman tersebut bisa dipisahkan dari

tanaman induknya, tergantung dari usia batang tanaman yang disusukan.

Tanaman muda yang kayunya belum keras sudah bisa dipisahkan setelah

3 bulan. Penyambungan model tusuk atau susuk ini dapat lebih berhasil

kalau diterapkan pada batang tanaman yang masih muda atau belum

berkayu keras.

2. Model sayatan

- Pilih calon batang bawah (bibit) dan calon batang atas dari pohon induk

yang sudah berbuah dan besarnya sama.

- Kedua batang tersebut disayat sedikit sampai bagian kayunya. Sayatan

pada kedua batang tersebut diupayakan agar bentuk dan besarnya sama.

- Setelah kedua batang tersebut disayat, kemudian kedua batang itu

ditempel tepat pada sayatannya dan diikat sehingga keduanya akan

tumbuh bersama-sama.

 

Setelah 2-3 minggu, sambungan tadi dapat dilihat hasilnya kalau batang

atas dan batang bawah ternyata bisa tumbuh bersama-sama berarti

penyusuan tersebut berhasil.

- Kalau sambungan berhasil, pucuk batang bawah dipotong/dibuang, pucuk

batang atas dibiarkan tumbuh subur. Kalau pertumbuhan pucuk batang

atas sudah sempurna, pangkal batang atas juga dipotong.

- Maka akan terjadi bibit durian yang batang bawahnya adalah tanaman biji,

sedangkan batang atas dari ranting/cabang pohon durian dewasa.

d) Cangkokan

Batang durian yang dicangkok harus dipilih dari cabang tanaman yang sehat,

subur, cukup usia, pernah berbuah, memiliki susunan percabangan yang

rimbun, besar cabang tidak lebih besar daripada ibu jari (diameter=2–2,5 cm),

kulit masih hijau kecoklatan. Waktu mencangkok adalah awal musim hujan

sehingga terhindar dari kekeringan, atau pada musim kering, tetapi harus

disiram secara rutin (2 kali sehari), pagi dan sore hari. Adapun tata cara

mencangkok adalah sebagai berikut:

1. Pilih cabang durian sebesar ibu jari dan yang warna kulitnya masih hijau

kecoklatan.

2. Sayap kulit cabang tersebut mengelilingi cabang sehingga kulitnya terlepas.

3. Bersihkan lendir dengan cara dikerok kemudian biarkan kering angin sampai

dua hari.

4. Bagian bekas sayatan dibungkus dengan media cangkok (tanah, serabut

gambut, mos). Jika menggunakan tanah tambahkan pupuk kandang/kompos

perbandingan 1:1. Media cangkok dibungkus dengan plastik/sabut

kelapa/bahan lain, kedua ujungnya diikat agar media tidak jatuh.

5. Sekitar 2-5 bulan, akar cangkokan akan keluar menembus pembungkus

cangkokan. Jika akar sudah cukup banyak, cangkokan bisa dipotong dan

ditanam di keranjang persemaian berisi media tanah yang subur.

3) Teknik Penyemaian dan Pemeliharaan

Bibit durian sebaiknya tidak ditanam langsung di lapangan, tetapi disemaikan

terlebih dahulu ditempat persemaian. Biji durian yang sudah dibersihkan dari

daging buah dikering-anginkan sampai kering tidak ada air yang menempel. Biji

dikecambahkan dahulu sebelum ditanam di persemaian atau langsung ditanam di

polibag. Caranya biji dideder di plastik/anyaman bambu/kotak, dengan media

tanah dan pasir perbandingan 1:1 yang diaduk merata. Ketebalan lapisan tanah

sekitar 2 kali besar biji (6-8 cm), kemudian media tanam tadi disiram tetapi (tidak

boleh terlalu basah), suhu media diupayakan cukup lembab (20-23 derajat C). Biji

ditanam dengan posisi miring tertelungkup (bagian calon akar tunggang

menempel ke tanah), dan sebagian masih kelihatan di atas permukaan tanah (3/4

bagian masih harus kelihatan). Jarak antara biji satu dengan lainnya adalah 2 cm

membujur dan 4-5 cm melintang. Setelah biji dibenamkan, kemudian disemprot

dengan larutan fungisida, kemudian kotak sebelah atas ditutup plastik supaya

kelembabannya stabil. Setelah 2-3 minggu biji akan mengeluarkan akar dengan

tudung akar langsung masuk ke dalam media yang panjangnya ア 3-5 cm. Saat itu

 

tutup plastik sudah bisa dibuka. Selanjutnya, biji-biji yang sudah besar siap

dibesarkan di persemaian pembesar atau polibag.

4) Pemindahan Bibit

Bibit yang akan ditanam di lapangan sebaiknya sudah tumbuh setinggi 75-150 cm

atau berumur 7 – 9 bulan setelah diokulasi, kondisinya sehat dan pertumbuhannya

bagus. Hal ini tercermin dari pertumbuhan batang yang kokoh, perakarannya

banyak dan kuat, juga adanya helaian daun dekat pucuk tanaman yang telah

menebal dan warnanya hijau tua.

 

6.2. Pengolahan Media Tanam

1) Persiapan

Penanaman durian, perlu perencanaan yang cermat. Hal-hal yang perlu

diperhatikan adalah pengukuran pH tanah, analisis tanah, penetapan waktu/jadwal

tanam, pengairan, penetapan luas areal penanaman, pengaturan volume

produksi.

2) Pembukaan Lahan

Pembersihan dan pengolahan lahan dilakukan beberapa minggu sebelum

penanaman bibit berlangsung. Batu-batu besar, alang-alang, pokok-pokok batang

pohon sisa penebangan disingkirkan. Perlu dibersihkan dari tanaman liar yang

akan menganggu pertumbuhan.

3) Pembentukan Bedengan

Tanah untuk bedengan pembesaran harus dicangkul dulu sedalam 30 cm hingga

menjadi gembur, kemudian dicampur dengan pasir dan kompos yang sudah jadi.

Untuk ukuran bedengan lebar 1 m panjang 2 m, diberi 5 kg pasir dan 5 kg pupuk

kompos. Setelah tanah, pasir dan kompos tercampur merata dan dibiarkan

selama 1 minggu. Pada saat itu juga tanah disemprot Vapan/Basamid untuk

mencegah serangan jamur/bakteri pembusuk jamur.

Di sekeliling bedengan, perlu dibuatkan saluran untuk penampung air. Jika

bedengan sudah siap, biji yang telah tumbuh akarnya tadi segera ditanam dengan

jarak tanam 20 x 30 cm. Penanaman biji durian dilakukan dengan cara dibuatkan

lubang tanam sebesar biji dan kedalamannya sesuai dengan panjang akar

masing-masing. Setelah biji tertanam semua, bagian permukaan bedengan

ditaburi pasir yang dicampur dengan tanah halus (hasil ayakan) setebal 5 cm.

4) Pengapuran

Keadaan tanah yang kurang subur, misalnya tanah podzolik (merah kuning) dan

latosol (merah-coklat-kuning), yang cenderung memiliki pH 5 – 6 dan penyusunannya kurang seimbang antara kandungan pasir, liat dan debu, dapat

diatasi dengan pengapuran. Sebaiknya dilakukan menjelang musim kemarau,

dengan kapur pertanian yang memiliki kadar CaCO3 sampai 90%.

Dua sampai 4 minggu sebelum pengapuran, sebaiknya tanah dipupuk dulu dan

dilsiram 4-5 kali. Untuk mencegah kekurangan unsur Mg dalam tanah, sebaiknya

dua minggu setelah pengapuran, segera ditambah dolomit.

 

6.3. Teknik Penanaman

1) Penentuan Pola Tanaman

Jarak tanam sangat tergantung pada jenis dan kesuburan tanah, kultivar durian,

serta sistem budidaya yang diterapkan. Untuk kultivar durian berumur genjah,

jarak tanam: 10 m x 10 m. Sedangkan kultivar durian berumur sedang dan dalam

jarak tanam 12 m x 12 m.

Intensifikasi kebun durian, terutama waktu bibit durian masih kecil (berumur

kurang dari 6 tahun), dapat diupayakan dengan budidaya tumpangsari. Berbagai

budidaya tumpangsari yang biasa dilakukan yakni dengan tanaman horti (lombok,

tomat, terong dan tanaman pangan: padi gogo, kedelai, kacang tanah dan ubi

jalar.

2) Pembuatan Lubang Tanam

Pengolahan tanah terutama dilakukan di lubang yang akan digunakan untuk

menanam bibit durian. Lubang tanam dipersiapkan 1 m x 1 m x 1 m. Saat

menggali lubang, tanah galian dibagi menjadi dua. Sebelah atas dikumpulkan di

kiri lubang, tanah galian sebelah bawah dikumpulkan di kanan lubang. Lubang

tanam dibiarkan kering terangin-angin selama ア 1 minggu, lalu lubang tanam

ditutup kembali.

Tanah galian bagian atas lebih dahulu dimasukkan setelah dicampur pupuk

kompos 35 kg/lubang, diikuti oleh tanah bagian bawah yang telah dicampur 35 kg

pupuk kandang dan 1 kg fospat.

Untuk menghindari gangguan rayap, semut dan hama lainnya dapat dicampurkan

insektisida butiran seperti Furadan 3 G. Selanjutnya lubang tanam diisi penuh

sampai tampak membukit setinggi 20-30 cm dari permukaan tanah. Tanah tidak

perlu dipadatkan. Penutupan lubang sebaiknya dilakukan 7-15 hari sebelum

penanaman bibit.

3) Cara Penanaman

Bibit yang akan ditanam di lapangan sebaiknya tumbuh 75-150 cm, kondisinya

sehat, pertumbuhan bagus, yang tercermin dari batang yang kokoh dan perakaran

yang banyak serta kuat.

 

Lubang tanam yang tertutup tanah digali kembali dengan ukuran yang lebih kecil,

sebesar gumpalan tanah yang membungkus akar bibit durian. Setelah lubang

tersedia, dilakukan penanaman dengan cara sebagai berikut :

a) Polybag/pembungkus bibit dilepas (sisinya digunting/diiris hati-hati)

b) Bibit dimasukkan ke dalam lubang tanam sampai batas leher

c) Lubang ditutup dengan tanah galian. Pada sisi tanaman diberi ajir agar

pertumbuhan tanaman tegak ke atas sesuai arah ajir.

d) Pangkal bibit ditutup rumput/jerami kering sebagai mulsa, lalu disiram air.

e) Di atas bibit dapat dibangun naungan dari rumbia atau bahan lain. Naungan ini

sebagai pelindung agar tanaman tidak layu atau kering tersengat sinar matahari

secara langsung.

 

 

Gambaran Peluang Agribisnis

Peluang bisnis durian sangat bagus. Untuk pasar luar negeri pada tahun 1983-1987

dikirim ke negara Taiwan, Singapura, Malaysia dan Hongkong. Dan pada tahun 1989

permintaan meningkat ke negara Prancis, Belanda, Brunei, australia, Saudi Arabia

dan Jepang. Bahkan pada tahun 1999 di Jepang harga durian dapat mencapai

10.000 yen (Rp 700.000,-).

Peluang pasar di Indonesia juga sangat bagus, harga durian berkualitas dapat

mencapai Rp 30.000,-/kg. Sedangkan untuk buah durian dipasaran dan kualitasnya

biasa-bisa saja mencapai Rp. 15.000,-/buah.

Selama ini perdagangan durian lebih dikuasai oleh negara Thailand, hal ini

disebabkan oleh mutu buah yang bagus. Padahal Indonesia dapat melakukan hal

yang sama apabila mutu ditingkatkan. Bahkan Indonesia memiliki varietas yang

beragam dan berbuah sepanjang tahun. Dengan penanganan yang profesional dan

dibantu oleh kemudahan-kemudahan dari pemerintah durian Indonesia mampu

menguasai pasar dunia. (pusri.co.id)

 

About these ads

4 comments on “Peluang agribisnis dari buah durian

  1. salam..
    saat ini saya menjual CD cara budidaya durian yang benar, hanya dengan harga 50 ribu.
    CD bukan berisi ebook PDF atau paparan data melainkan video interaktif/audio visual bagaimana prakteknya
    langsung di lapangan. dan ada juga buku panduannya setebal 255 halaman (berwarna + bergambar) harga 60 ribu.
    jika berminat silahkan hub.saya di 081-911857815 atau email rozi679@gmail.com.

    terima kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s